Duel Beruang di Pekarangan Rumah Warga

Dua ekor beruang hitam dewasa terekam kamera saat sedang berkelahi di luar pekarangan rumah seorang warga di New Jersey, pekan lalu. Kedua ekor beruang besar itu terlihat berdiri di atas kedua kaki belakangnya, sementara kedua kaki depannya digunakan untuk menyerang satu sama lain. Beruang itu mengeluarkan suara geraman yang cukup keras sehingga mengundang pemilik rumah untuk memeriksa asal suara.

“Saat saya keluar untuk memeriksanya, saya dapat dengan jelas mendengar suara moncong kedua beruang yang saling berbenturan dan menggeram satu sama lain,” ujar Corey Bale, yang merekam perkelahian beruang itu dari rumahnya di Frankford, Sussex County.

Dilansir nj.com, Bale mengatakan, dia menyaksikan adegan perkelahian beruang yang terjadi pada 3 Mei lalu itu dari pekarangan rumahnya hingga kedua beruang hitam itu pergi.

Perkelahian itu berlangsung selama beberapa menit sebelum kedua beruang lari menyeberang jalan dan menghilang di balik hutan. Setelah yakin beruang itu pergi menjauh, Bale mendekati lokasi perkelahian dan menemukan bulu beruang yang berlumuran darah di rumput halaman belakang rumahnya.

Bale menduga pertengkaran beruang itu berkaitan dengan beruang betina yang sembunyi di belakang gudangnya. Dia sempat diberi tahu oleh tetangganya tentang seekor beruang yang bersembunyi di pekarangan belakang rumahnya, dekat tempat bermain anak-anak. Saat keluar untuk memeriksa itulah, Bale dan ayahnya mendengar suara geraman dan melihat dua beruang yang berkelahi.

Dia lantas mengunggah rekaman perkelahian beruang itu ke akun Facebook miliknya hingga menjadi viral dengan dibagikan ribuan kali. Sebagai penduduk asli Sussex County, Bale mengatakan adalah hal biasa melihat beruang, namun dia selalu waspada, terlebih saat mulai memasuki musim kawin bagi hewan ganas itu.

Departemen Perlindungan Lingkungan (DEP) di New Jersey juga telah memperingatkan kepada warga untuk selalu berhati-hati terkait beruang liar yang mungkin berkeliaran di sekitar permukiman warga. Terlebih saat cuaca hangat.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *