Makanan laut atau seafood memang menjadi salah satu menu yang banyak diminati oleh masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Mulai dari ikan, udang, cumi, maupun hewan-hewan laut lain, semuanya bisa dijadikan sebagai menu andalan pada saat makan bersama. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa merasa cocok dengan jenis makanan yang satu ini. Beberapa orang ada yang mengeluh tubuhnya mengeluarkan reaksi alergi setelah menyantap menu makanan laut, seberapapun enaknya bumbu dalam makanan tersebut dan jenis apa saja menu dan cara memasaknya. Kebanyakan orang yang memiliki riwayat alergi makanan laut atau seafood memiliki tanda-tanda yang bisa dirasakan atau dilihat dari luar, seperti terjadinya gatal-gatal atau kemerah-merahan. Namun, bukan berarti semua orang memiliki gejala yang sama, karena ada beberapa orang yang menunjukkan gejala dengan bentuk yang berbeda.

Biasanya orang yang mempunyai alergi makanan laut akan mendapatkan reaksi alergi selang beberapa menit saja setelah ia selesai mengonsumsi makanan laut tersebut. Dalam beberapa menit, tubuh bisa mengalami gatal-gatal dan kulit bisa menjadi merah seketika, meski ada beberapa orang yang memiliki tanda gejala lain tetapi tanda-tanda itulah yang paling banyak dialami oleh orang-orang dengan alergi seafood. Tanda gejala lain yang bisa dialami tetapi tidak terlalu sering ditemukan adalah hilangnya kesadaran, hidung yang tersumbat, dan juga rasa kesemutan yang menjalar di dalam mulut.

Selain tanda dan gejala dari alergi makanan seafood seperti di atas, hal lain yang perlu diwaspadai adalah apabila reaksi alergi sudah mencapai anafilaksis. Anafilaksis sendiri sebenarnya merupakan istilah untuk gejala alergi, tetapi berupa gejala yang sudah diklasifikasikan sebagai gejala yang berat. Beberapa di antaranya adalah seperti terjadinya kejang, tekanan darah yang kian menurun, hingga benar-benar hilang kesadaran atau sampai pingsan. Selain itu, perlu diwaspadai pula bila gejala reaksi alergi juga diikuti dengan adanya benjolan di leher yang begitu besar bahkan hingga membuat pernafasan menjadi terhambat, maka bila beberapa hal di atas sampai terjadi, sebaiknya langsung mengunjungi layanan kesehatan gawat darurat terdekat.

Sebenarnya, setiap orang yang memiliki riwayat alergi makanan seafood atau makanan laut pun tidak selalu sama, ada yang memiliki gejala alergi ringan dan ada pula yang mengalami gejala alergi berat. Ada sebagian orang yang mencicipi makanan laut sedikit saja tidak akan menjadi masalah, tetapi di sisi lain ada pula orang-orang yang hanya mencicipi saja sudah bisa mendapatkan gejala alergi yang serius. Untuk itulah, apabila seseorang sudah diketahui memiliki alergi terhadap makanan laut, segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui seberapa parah tingkat alergi yang dimiliki dan kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan. Penanganan alergi untuk satu orang tentu berbeda dengan orang lain meskipun sama-sama memiliki alergi. Namun, persamaan dari keduanya adalah harus benar-benar diperhatikan agar tidak salah dalam penanganan. Mungkin masih ada beberapa orang yang masih bingung mengapa satu orang dengan alergi seafood memiliki reaksi berbeda dengan orang lain yang juga memiliki alergi seafood. Hal ini dikarenakan imunitas setiap orang tentu berbeda, dan reaksi alergi sangat diperlukan dengan jenis imun yang dimiliki setiap orang. Tubuh manusia tentu memiliki imun atau kekebalan tubuh yang secara otomatis akan menyerang zat-zat yang dianggap jahat, terlebih ketika zat-zat ini masuk ke dalam tubuh. Untuk kebanyakan orang, kandungan dalam makanan seafood merupakan makanan sehat yang tidak akan membuat antibodi mereka menyerang makanan ini. Namun, orang-orang yang memiliki alergi terhadap makanan laut akan menganggap makanan laut sebagai makanan yang jahat sehingga tubuh akan memberikan perlawanan dalam berbagai bentuk. Perlawanan ini bisa berupa gatal-gatal dalam tubuh, ruam kemerahan, maupun berbagai tanda gejala alergi yang lain. Pada intinya, tubuh menganggap seafood sebagai benda asing yang harus dilawan, dan gejala alergilah yang akan timbul sebagai bentuk perlawanan.

Ada beberapa orang yang menganggap alergi seafood merupakan jenis alergi makanan yang memiliki kaitan dengan genetik, alias berhubungan dengan keturunan. Sebenarnya hal ini juga perlu diwaspadai, karena memang kebanyakan orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alergi makanan laut akan memiliki resiko yang lebih besar untuk turut terkena alergi seafood daripada orang yang di dalam keluarganya tidak memiliki riwayat alergi terhadap makanan laut. Cara yang paling tepat dan netral yang bisa dilakukan orang-orang dengan alergi terhadap makanan laut adalah dengan sebisa mungkin menghindari segala bentuk makanan yang memiliki kandungan hewan laut, baik berupa hewannya secara langsung maupun olahan dari hewan laut, karena keduanya sama-sama bisa menyebabkan alergi menjadi kambuh kembali. Dengan melakukan hal  ini, maka tubuh pun akan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *